
Di Eropa nasionalisme lahir dalam masa peralihan dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. Proses peralihan ini terjadi pada abad ke-18 yang didahului dengan lahirnya paham liberalisme dan kapitalisme. Lahirnya paham liberalisme dan kapitalisme, karena pengaruh Revolusi Industri dan Revolusi Perancis. Dengan demikian timbulnya nasionalisme di Eropa karena adanya pengaruh Revolusi Industri dan Revolusi Perancis.
Dengan semangat persaingan bebas dari paham liberalisme dan dibesarkan dalam masyarakat yang bercorak industri-kapitalis, maka nasionalisme yang demikian akhirnya tumbuh menjadi suatu aliran yang penuh emosi dan sentimen. Dengan kata lain, tumbuh menjadi chauvinisme.
Dengan demikian nasionalisme Eropa pada waktu itu melahirkan imperialisme, yaitu nafsu untuk mencari tanah jajahan sebanyak mungkin. Oleh karena itu, imperialisme dan kolonialisme sebenarnya adalah anak putrinya politik perindustrian (colonialism is the daughter of industrial policy). Bertitik tolak dari inilah, akhirnya negara-negara Eropa menjelma menjadi negara imperialis, yang saling berlomba untuk mencari dan mendapatkan tanah jajahan di luar wilayahnya dengan sasaran negara-negara Asia dan Afrika.
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL






[...] ← Lahirnya Nasionalisme Eropa [...]
Pingback by Lahirnya Nasionalisme Asia dan Afrika | Warok Education — July 10, 2011 @ 10:33 am